Catatan Si Blogger

Jelajah Sumatera Bersama Daihatsu Terios

7 Aug 2014 - 11:55 WIB

Bulan Oktober 2012 lalu tim Daihatsu bersama sejumlah jurnalis otomotif melakukan petualangan dengan menjelajahi keindahan Pulau Sumatera. Petualangan yang ditajuk dengan nama “Terios 7 Wonders : Sumatera Coffee Paradise” menjelajahi Pulau Andalas ini hingga mencapai 3.000 km lebih dengan menggunakan kendaraan Daihatsu Terios keluaran terbaru. Petualangan ini juga akan mengunjungi sentra-sentra penghasil kopi yang merupakan komoditas unggulan Pulau Sumatera. Sebagai penggemar kopi tentu saya sangat menyukai kopi Sumatera yang rasanya khas, favorit saya adalah Kopi Luwak Takengon dan Kopi Empat Lawang.

Petualangan ini diberi nama “Terios 7 Wonders : Sumatera Coffee Paradise” karena Daihatsu Terios ini memiliki 7 keunggulan yang sangat mendukung petualangan ini. Selain itu dalam petualangan ini tim akan mengunjungi 7 sentra kopi terbaik di Sumatera.

Pertama akan kita bahas adalah 7 keunggulan Daihatsu Terios, berikut perinciannya :

1. The Only 7-seater SUV - Daihatsu Terios ini adalah jenis kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) pertama yang memiliki 7 kursi penumpang. Hayo coba tunjukkin kendaraan SUV mana lagi yang punya kursi 7 penumpang?

Only 7seats SUV

Only 7-seaters SUV

2. Easy Acces Entertaintment - Daihatsu Terios memiliki kemudahan dalam mengakses hiburan dalam kabin seperti mendengarkan radio atau lagu karena panel audio sudah tertanam dalam kemudi. Jadi tangan tidak perlu berpindah dari kemudi. Tinggal mainkan jempol saja untuk menaik-turunkan volume atau ganti lagu.

Easy Acces Entertainment

Easy Acces Entertaintment

3. Tough Style - lihatlah tongkrongan Daihatsu Terios ini, terlihat gagah, ganteng dan macho. Benar-benar tipe seorang petualang sejati.

Penampilan yang Gagah

Penampilan yang Gagah

4. City Cruiser - selain untuk menjelajah, Daihatsu Terios ini juga sangat cocok untuk menjelajah kota, dengan jarak yang tinggi dari tanah dijamin bakalan lolos kalau banjir di tengah kota.

City Cruiser

City Cruiser

5. Easy Handling - walau Daihatsu Terios ini termasuk dalam kategori SUV, namun untuk pengoperasian termasuk nyaman seperti sedan karena sudah mengadopsi electric power steering. Jadi sangat mudah dan ringan dikendalikan.

Easy Handling

Easy Handling

6. Optimal Comfort - sekali lagi walau Daihatsu Terios ini termasuk kendaraan SUV namun sangat nyaman dikendarai karena sudah menggunakan suspensi MacPherson Strut yang nyaman. Jadi kendaraan gunung yang selama ini terkenal dengan ajrut-ajrutan tidak berlaku bagi Terios ini.

Suspensi MacPherson

Suspensi MacPherson

7. Excellent Strenght - Dengan mengusung mesin DOHC 1.500 cc dijamin handal plus irit karena sudah menerapkan mesin VVT-i dan sistem Electronic Fuel Injection (EFI).

Mesin 1500 cc DOHC VVTi

Mesin 1500 cc DOHC VVTi

Nah dalam perjalanan Jelajah Sumatera ini ketangguhan mesin dan performa Daihatsu Terios ini benar-benar diuji. Mulai dari jalanan mulus hingga jalanan rusak. Mulai jalan datar hingga terjal dan berkelok-kelok.

7aa721ae2229eb6ec47af2c40792a53c_map

Dan untuk 7 wonders yang kedua adalah - seperti yang disebutkan di atas - ada 7 sentra kopi yang akan di kunjungi tim dari Daihatsu Terios ini. Itulah mengapa Sumatera sering disebut sebagai Coffee Paradise.

Wonder 1 : Kopi Liwa - Lampung (Day 1)

Liwa menjadi tempat kunjungan pertama karena lokasinya paling dekat yaitu di Lampung. Dari Jakarta tim Terios 7 Wonders melaju mulus di jalan tol Jakarta - Merak. Lanjut naik kapal ferry di Pelabuhan Merak hingga merapat di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Total perjalanan Jakarta - Liwa ditempuh 567 km. Disini mereka menikmati hidangan kopi luwak khas Liwa.

Saat Tiba di Liwa, Lampung

Wonder 2 : Kopi Lahat - Sumatera Selatan (Day 2)

Dari Liwa perjalanan dilanjutkan ke Lahat. Saat tiba di kota ini tim disambut oleh orang nomor satu di wilayah ini yaitu Bupati Lahat H.Syaifudin Aswari Rivai. Suguhan Kopi Khas Lahat seakan menjadi lambang persahabatan dan dengan cepat mengakrabkan sang bupati dengan tim. Bahkan dengan bangga bupati mengatakan bahwa salah satu mobil dinasnya adalah Daihatsu Terios!

Bupati Lahat dan Salah Seorang Anggota Tim Daihatsu Terios 7 Wonders

Bupati Lahat dan Salah Seorang Anggota Tim Daihatsu Terios 7 Wonders

Wonder 3 : Kopi Pagar Alam - Sumatera Selatan (Day 3)

Dari Lahat menuju Pagar Alam performa Daihatsu Terios benar-benar diuji. Jalanan mulai menanjak dan berkelok-kelok. Namun dengan keunggulan easy handling yang menggunakan electric power steering mengemudi jadi tidak terasa cape karena ringan dikendalikan. Pagar Alam berada di ketinggian 1.000 m dpl. Disana terdapat Gunung Dempo yang indah. Dikelilingi oleh perkebunan kopi dan teh. Tidak lupa setiap orang dalam tim mencicipi kopi Khas Pagar Alam.

Perkebunan Teh di Kaki Gunung Dempo

Perkebunan Teh di Kaki Gunung Dempo

Wonder 4 : Kopi Empat Lawang - Sumatera Selatan (Day 4)

Dari Pagar Alam perjalanan kembali dilanjutkan ke Tebing Tinggi ibukota Kabupaten Empat Lawang yang merupakan wilayah baru hasil pemekaran dari Kabupaten Lahat pada tahun 2007 lalu. Daerah ini merupakan salah satu sentra penghasil kopi di Sumatera Selatan. Bahkan H. Budi Antoni Aljufri Bupati Empat Lawang sudah merencanakan pabrik kopi standar internasional akan di bangun di wilayah ini, karena selama ini pengolahan kopi masih dibuat dengan cara tradisional. Jika kita berkunjung saat musim panen kopi telah tiba, kita akan mudah kopi-kopi hasil panen tersebut akan dijemur dan setelah kering akan dihamparkan dijalanan dengan tujuan agar kopi tersebut dilindas oleh kendaraan yang lewat dan menjadi bubuk dengan cara alami. Tentu saja hal ini sangat tidak efisien dan kurang higienis. Pengalaman ini saya dapatkan ketika saya mengunjungi daerah ini beberapa waktu lalu.

Kopi Empat Lawang dalam kemasan

Kopi Empat Lawang dalam kemasan

Wonder 5: Kopi Curup - Bengkulu (Day 5)

Dari Tebing Tinggi (Empat Lawang) ke Bengkulu hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Cukup dekat dibandingkan dengan jarak tempuh ke Palembang yang memakan waktu kurang lebih 8 jam. Hal ini disebabkan Empat Lawang berada di daerah yang berbatasan langsung dengan Bengkulu. Kota Curup hampir seperti Cipanas (Puncak). Tempatnya dingin dan berkabut jika sore menjelang. Cocok rasanya ditemani secangkir kopi Curup yang menyegarkan. Di daerah ini juga terdapat hutan yang menjadi tempat tumbuhnya bunga raflesia arnoldi yang dikenal dengan sebutan “si cantik”. Saya pernah menyaksikan saat bunga ini sedang mekar.

Memasuki Kota Curup ibukota Kepahiang yang sejuk

Memasuki Kota Curup ibukota Kepahiang yang sejuk

Dari Curup perjalanan dilanjutkan ke ibukota Bengkulu (Day 6) kemudian dilanjut ke Bukittinggi (Day 7) yang ditempuh dalam waktu 18 jam. Disini performa mesin DOHC 1.500 cc benar-benar diuji. Selama perjalanan menuju Bukittinggi kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah. Jujur ketika saya melewati daerah ini seakan keindahan alam Indonesia itu tidak ada habisnya. Disini kita bisa melihat Danau Singkarak, Danau Kembar yaitu Danau Diatas dan Danau Dibawah. Uniknya lokasi Danau Diatas ada dibawah dan sebaliknya Danau Dibawah ada diatas. Lalu ada air terjun di Lembah Anai, belum lagi budaya minang dan rumah gadang yang unik.

Wonder 6 : Kopi Mandailing Natal - Sumatera Utara (Day 9)

Dari Bukittinggi (Sumatera Barat) hari ke-8 perjalanan dilanjutkan ke Mandailing Natal - Tarutung (Sumatera Utara) dan sudah memasuki hari ke 9. Disini juga ditemukan kopi Khas Mandailing Natal yang dikenal dengan sebutan Kopi Mandheling. Disinilah pertama kali ditanam kopi Arabika yang dibawa oleh Belanda pada abad ke-17 tepatnya di Desa Pakantan. Keesokan harinya perjalanan kembali dilanjutkan dan memasuki kota Medan pada hari ke-10.

Kopi Khas Mandheling di sebuah kedai

Kopi Khas Mandheling di sebuah kedai

Wonder 7 : Gayo, Takengon - Aceh (Day 12)

Perjalanan dilanjutkan menuju Kota Langsa pada hari ke-11 dan sudah memasuki wilayah Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Dan tepat hari ke-12 sudah memasuki wilayah Gayo, Takengon. Disini sangat terkenal kopi Gayo yang melegenda ke mancanegara. Saya pun pernah singgah di kota ini dan membeli Kopi Luwak Gayo hanya dengan harga Rp 50.000,- per 100 gram. Cukup murah karena kalau kita ngopi luwak di sebuah cafe di Jakarta hanya dapat 1 gelas itu pun dengan harga paling murah Rp 75.000,-

Di Takengon terdapat danau yang cukup terkenal yaitu Danau Laut Tawar, danau terbesar di Propinsi Aceh. Disini tempatnya sunyi, jauh dari keramaian. Sangat cocok untuk berbulan madu :D

Danau Laut Tawar (foto : koleksi pribadi)

Danau Laut Tawar (foto : koleksi pribadi)

Dari Takengon perjalanan di lanjutkan ke Banda Aceh melalui Bireun. Dari Banda Acah kemudian dilanjutkan ke Pulau Sabang dengan menggunakan kapal ferry. Tepat hari ke-15, setelah menempuh perjalanan panjang 3.657 km perjalanan di akhiri di Tugu Kilometer Nol Indonesia!

Sungguh suatu perjalanan yang melelahkan tapi sangat memuaskan karena tim berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan dari awal. Tugu Kilometer Nol adalah sebuah tanda bahwa disinilah Indonesia dimulai. Disinilah Indonesia dihitung. Sebuah tugu yang sangat monumental. Saya pun saat menginjakkan kaki disini sempat meneteskan air mata haru karena bisa sampai ke tempat ini.

Upacara seremonial saat berada di Tugu KM 0 Indonesia

Upacara seremonial saat berada di Tugu KM 0 Indonesia

Lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” dikumandangkan. Ya, disini dari Sabang dimulai negeri tercinta Indonesia. Semoga suatu saat tim Daihatsu Terios melakukan trip dengan menjelajahi Papua dan finish di Merauke sehingga lengkaplah penjelajahan Negeri sesuai dengan lagu diatas. Dan akan lebih seru lagi jika didamping oleh sahabat-sahabat petualang dari blogger :)

d418181037fc6937b1684d6cff36ce57_terios7

***

Sumber Foto : http://www.daihatsu.co.id/terios7wonders/news


TAGS   Mobil Sahabat Petualang /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive