Catatan Si Blogger

Menelusuri Jejak Sejarah Macau (Hari Kedua)

4 Dec 2014 - 11:52 WIB

Hari kedua menjelajahi Macau diawali dengan breakfast di Feast Restoran yang berada di lobby Sheraton Macau. Varian sajian begitu beragam karena melayani tamu yang datang dari berbagai negara. Saya sendiri mengambil dimsum, sosis, kentang goreng , cakue dan beef rendang. Sudah mewakili berapa negara tuh menunya?

Destinasi pertama yang akan dikunjungi adalah “Parque Seac Pai Van” atau Pavilliun Panda. Di tempat yang luasnya hektaran ini kita bisa melihat aktivitas panda yang bernama Kaikai. Yups ternyata pandanya cuma satu aja. Kebetulan saat kita kunjungi lagi breakfast juga. Melahap daun-daun bambu yang memang merupakan makanan utamanya. Beruntung kita bisa melihat dia sedang beraktivitas seperti itu karena biasanya menurut penjaganya panda tersebut kebanyakan tidur. Setelah puas mengelilingi taman yang dipenuhi dengan patung panda raksasa, sebelum meninggalkan tempat tersebut kita sempatkan dulu mengecap passport dengan stempel panda yang lucu. Jadi sudah sah ya masuk ke dunia panda.

Kaikai sedang asyik melahap daun bambu

Kaikai sedang asyik melahap daun bambu

Cap Passport Stempel Panda Pavillion

Cap Passport Stempel Panda Pavillion

Destinasi berikutnya adalah menuju pantai yang cukup terkenal di Macau yaitu Hac Sac Beach yang artinya Pantai Pasir Hitam. Entah kenapa diberi nama tersebut, namun menurut guide kami yang kocak diberi nama tersebut karena dulu pernah ada naga yang mampir dan menyemburkan apinya ke pasir pantainya kemudian terbakar dan jadilah hitam. Entah benar atau mengarang bebas tuh pernyataan sang guide. Wallahu Alam.

Pantai Pasir Hitam

Pantai Pasir Hitam

Setelah dari pantai perjalanan dilanjutkan mengunjungi Lord Stow’s Bakery. Sebuah toko roti yang sangat terkenal di Macau dan Tiongkok. Toko kecil ini memproduksi egg tart makanan khas dari Portugis. Dan setelah mencobanya ternyata memang egg tart ini juara banget. Rotinya lembut dan rasanya tidak terlalu manis tapi pas di lidah. Kami menikmatinya di sebuah taman tepat di tepi laut yang diseberangnya ternyata adalah China daratan. Jadi inget pepatah “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China”. Jadi sudah sah ya sampai di China walau hanya tinggal selemparan batu saja.

Lord Stows Bakery

Lord Stow

Fresh from the oven

Fresh from the oven

Hanya selemparan batu dari China daratan

Hanya selemparan batu dari China daratan

Tidak terasa waktu sudah menjelang tengah hari dan saatnya kembali mengisi amunisi alias makan. Restoran yang kami datangi adalah sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Portugis namanya Miramar. Bukan judul telenovela lho itu mah Marimar. Menu yang disajikan cukup beragam, mulai dari seafood, ayam bakar Afrika, sampai dessert yang terbuat dari aneka buah-buahan. Semuanya ludes tak bersisa. Setelah perut kenyang perjalanan dilanjutkan kembali.

Miramar Resto, menyajikan masakan khas Portugis

Miramar Resto, menyajikan masakan khas Portugis

Masakan seafood udangnya...nyusss...

Masakan seafood udangnya…nyusss…

Destinasi berikutnya adalah Ruins of St. Paul’s Church. Sebuah gereja peninggalan Portugis yang pernah terbakar, saat ini hanya tinggal fasadnya saja yang masih tersisa. Namun karena keunikannya tersebut jadi semakin banyak dikunjungi sebagai sebuah destinasi wisata. Berdekatan dengan gereja ini kami juga mengunjungi Museu de Macao yang memberikan informasi sejarah panjang Macau. Mulai dari kedatangan Portugis hingga penyerahan kembali ke Tiongkok. Kami naik ke lantai paling atas yang terbuka yang ternyata adalah sebuah benteng yang dibangun oleh Portugis. Tempat ini sangat strategis karena berada di wilayah paling tinggi di sekitar Macau. Dan ditempat ini kita bisa melihat ke sekeliling kota seperti yang terlihat dalam link ini.

Selfie di depan Ruins of St Pauls Church

Selfie di depan Ruins of St Paul

Diorama Macau tempo doeloe

Diorama Macau tempo doeloe

Setelah cukup lama menikmati masa lampau Macau di musium kami bergerak menuju Senaro Square sambil beristirahat. Menikmati suasana yang ramai dengan banyaknya orang yang berlalu-lalang. Di tempat ini kita juga bisa membeli oleh-oleh di supermarket dengan harga yang lumayan murah dibandingkan dengan di bandara. (yaiyalah). Cukup kami kami beristirahat sambil cuci mata melihat mode pakaian terkini yang begitu minimalis :D

Suasana hiruk pikuk di Senaro Square

Suasana hiruk pikuk di Senaro Square

Menjelang sore kami menyempatkan mengunjungi dua musium lagi yang berdekatan yaitu Musium Grand Prix dan Musium Wine. Ada-ada aja ya Macau ini. Mobil balap dan minuman aja bisa dijadikan musium. Tapi ternyata setelah memasuki kedua musium tersebut kita jadi tau sejarahnya. Hanya Macau lah satu-satunya tempat yang menjadi penyelenggara balap mobil dan motor yang dilaksanakan di jalan raya. Kalau Monaco dan Singapore hanya mobil balap saja. Tapi kalau balap motor di jalan raya hanya di Macau saja. Etapi di Indonesia juga banyak juga balap motor di jalan, tapi ilegal sih :(

Museum GP dan Wine

Museum GP dan Wine

Dalam museum Grand Prix disajikan beberapa mobil balap asli milik beberapa pembalap terkenal seperti Ayrton Senna dan Michael Schumacher. Bahkan ada tempat khusus untuk mendiang Senna sebagai apresiasi dedikasinya di dunia balap F1 hingga akhir hayatnya.

Mobil balap F1 legendaris milik Ayrton Senna

Mobil balap F1 legendaris milik Ayrton Senna

Musium Wine. Note : ini bukan hijabers yaa

Musium Wine. Note : ini bukan hijabers yaa

Hari mulai gelap ketika kami keluar dari museum GP dan Wine. Namun lampu-lampu indah mulai menerangi malam. Macau bermandikan cahaya. Macau lebih indah saat malam hari. Perjalanan kembali dilanjutkan dan jadwal berikutnya adalah makan malam di restoran India. Kami mendatangi sebuah tempat di tepi laut dan ternyata tempat tersebut menyerupai sebuah …. Colloseum! OMG saya baru tau di Macau ada tempat seperti di Italia. Namun ternyata bagian dalam colloseum tersebut berfungsi sebagai toko. Jadi semacam ruko dengan penampilan seperti Colloseum. Idenya menarik sekali jadi wisatawan tertarik untuk berkunjung.

Percaya nggak kalo saya ngaku di foto di Itali?

Percaya nggak kalo saya ngaku di foto di Itali?

Setelah puas foto-foto di depan museum kami dijamu makanan India yang sangat berselera. Dulu pernah makan menu India juga tapi rasanya beda dengan apa yang disajikan di resto ini. Mulai dari makanan pembuka, utama dan penutup semuanya enak, nikmat dan kuenyang.

Indian Food

Indian Food

Mau?

Mau?

Begitu banyak informasi yang didapat hari ini tentang Macau. Mulai dari sejarah panjang saat dijajah Portugis hingga menjadi tempat akulturasi budaya timur - barat yang memesona. Bagaimana dengan kehidupan modern Macau terkini? Simak eksplorasi tim Blogger Indonesia di hari ke-3 besok.

(Bersambung)


TAGS  


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive