Catatan Si Blogger

[Terios7Wonders] Hari ke-11 : Eksplorasi Keindahan Dompu

17 Oct 2013 - 01:39 WIB

Suara ombak seakan tidak lelah membangunkan kami. Dan akhirnya walau mata masih berat kami harus beranjak dari tempat tidur dan langsung tertambat pada sebuah pemandangan indah didepan mata : Lakey Beach! Ya tepat di belakang cottage kami menginap terhampar sebuah pemandangan pantai yang terkenal dengan ombaknya yang cocok untuk surfing.

Tidak heran ketika kami sarapan, rasanya hanya tim terios 7 wonders saja yang bukan bule. Semuanya orang asing. Hanya kami saja yang memakan sarapan nasi goreng, tamu lainnya roti. Sayang kami tidak sempat mencicipi ombak Lakey Beach. Kami harus segera check out untuk mengeksplorasi keindahan Dompu.

Pintu masuk menuju Lakey Beach

Pintu masuk menuju Lakey Beach

Lokasi pertama yang kami tuju adalah Desa Palama Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Saat memasuki desa jalur jalan cukup sempit dan berliku. Namun ketangguhan Daihatsu Terios bisa mengatasinya dengan mudah.Kami kembali disambut oleh keceriaan anak-anak sekolah yang baru saja pulang. Tidak sungkan-sungkan mereka menyapa kami dengan ramah atau berpose dengan ceria saat di foto.

Melintasi jalan sempit dan berliku

Melintasi jalan sempit dan berliku

Anak anak sekolah menyambut kami di Desa Palama

Anak anak sekolah menyambut kami di Desa Palama

Dan akhirnya kami tiba juga di sebuah desa yang penduduknya beternak kuda liar. Jadi mereka memelihara kuda-kuda tersebut dan setiap pagi melepasnya untuk mencari makan sendiri seperti halnya hewan peliharaan lainnya seperti kambing atau ayam. Dan setiap sore hari mereka kembali pulang ke rumah sang empunya masing-masing. Kami mendatangi sebuah rumah yang kebetulan kuda liar-nya sudah pulang ke rumah. Saat itu juga dipraktekkan cara memerah susunya. Hampir sama seperti memerah sapi, hanya tinggal memencet bagian tertentu dan keluarlah susu kuda liar yang dimaksud. Tidak berapa lama sudah terkumpul satu gayung susu hasil perahan. Setelah di saring, susu tersebut ditawarkan kepada yang mau mencicipi. Awalnya banyak yang ragu. Saya menawarkan diri untuk mencicipi dan ternyata rasanya enak, seperti santan tapi encer. Jauh daru bau anyir seperti susu sapi. Dan sahabat-sahabat lain pun langsung berebutan untuk mencicipi.

Proses memerah susu kuda liar

Proses memerah susu kuda liar

Tinggal di saring dan siap saji

Tinggal di saring dan siap saji

dan slruuup.....segarrrr...

dan slruuup…..segarrrr…

Setelah selesai mengikuti proses memerah susu kuda liar, kami kembali melanjutkan perjalanan. Kembali melewati anak-anak sekolah yang sedang asyik bermain bola didepan sekolahnya yang ternyata setelah diperhatikan sebagian tanpa atap! Cukup trenyuh juga kami melihatnya.

Anak-anak sedang asyik bermain bola, dengan sekolah tanpa atap!

Anak-anak sedang asyik bermain bola, dengan pemandangan sekolah tanpa atap!

Ternyata menuju Kota Bima masih memerlukan waktu berjam-jam. Beruntung pemandangan laut dan pantai cukup menghibur mata kami. Lautan biru memanjang sejauh mata memandang, seakan menemani kami hingga sampai tujuan.

Konvoi Daihatsu Terios sepanjang perjalanan

Konvoi Daihatsu Terios sepanjang perjalanan

Pemandangan laut dan pantai menemani sepanjang perjalanan menuju BIma

Pemandangan laut dan pantai menemani sepanjang perjalanan menuju BIma

Tidak lupa kami beristirahat untuk makan siang. Dan menjelang memasuki Kota Bima kami dikejutkan dengan penjemputan dari saudara tua Daihatsu Terios yaitu Daihatsu Feroza Club Bima. Ada sekitar 20 Daihatsu Feroza yang mengawal kami sampai kota Bima, bahkan mereka menyambut kami dengan hangat dan sangat serius sampai dibuatkan spanduk khusus untuk menyambut tim Terios 7 Wonders.

Sambutan Hangat Daihatsu Feroza Club Bima

Sambutan Hangat Daihatsu Feroza Club Bima

Lagi-lagi kami dikejar jadwal kapal ferry dari Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo sehingga harus terburu-buru meninggalkan teman-teman dari Daihatsu Feroza Club yang menyambut kami. Dan setibanya di Pelabuhan Sape, ini yang membuat kami bertambah sedih - kami harus berpisah dengan para driver yang sudah mengantar kami dari Sentul, Bogor hingga tempat ini. Termasuk meninggalkan 6 buah Daihatsu Terios dan akan kembali ke Jakarta. Tim hanya menyisakan 1 buah Daihatsu Terios yang rencananya akan dibawa hingga Pulau Komodo.

Saatnya berpisah dengan para driver

Saatnya berpisah dengan para driver

Ya, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Terima kasih kepada semua driver yang sudah mengantar kami dengan selamat hingga hari ke-11 ini. Semoga suatu saat kita bisa berjumpa lagi. Bunyi sirene kapal ferry sudah berbunyi panjang tanda akan segera meninggalkan pelabuhan. Perjalanan diperkirakan menempuh waktu 5 jam dan akan tiba tengah malam di Labuan Bajo. Saat memasuki ferry kami langsung ditawari kamar ABK dengan harga Rp 100.000,- per kamar untuk tiga orang. Tanpa menawar lagi kami langsung mengambilnya. Saya pun langsung meminum antimo agar segera tidur dan segar kembali saat tiba di Labuan Bajo.


TAGS   Terios 7 Wonders /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive