0

Pertukaran Blogger Antar Negara

Posted by maulanaharris on Apr 8, 2013 in Tak Berkategori

Hostelling International menyelenggarakan sebuah event yang melibatkan blogger dari seluruh dunia yang diberi tajuk Big Blogger Exchange. Event ini cukup menarik, unik, eksklusif dan baru pertama kali diadakan.Enam belas blogger dari berbagai penjuru dunia akan dipilih dan bertukar kehidupan satu sama lain termasuk blog, budaya dan mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi dalam kehidupan nyata.

Program ini akan berlangsung selama sepuluh hari mulai dari tanggal 7 Juni sampai 17 Juni 2013. Saat ini masih dalam proses pendaftaran hingga tanggal 15 April 201 3 nanti. Setelah itu akan disaring menjadi 100 besar dan tanggal 29 April 2013. Jika ingin ikut berpartisipasi silahkan daftar disini :http://www.bigblogexchange.org/

Saya pun mencoba ikut berpartisipasi dalam event tersebut untuk mendapatkan pengalaman dan budaya di negara lain. Mengapa saya bersemangat ikut program pertukaran blogger antar negara yaitu “big blog exchange” ?Big blog exchange akan memilih 16 blogger dari seluruh dunia, lalu mereka akan diundi untuk bertukar tempat tinggal selama 10 hari. Bisa dibayangkan betapa serunya hidup ditempat yg sama sekali baru selama 10 hari, bisa di eropa, amerika, australia bahkan afrika.Ke 16 blogger ini akan dipilih dari top 25 blogger masing2 region yaitu :amerika, asia pasifik, afrika timteng dan eropa. Indonesia termasuk Asia Pasifik, sampai saat ini ada 11 blogger dari Indonesia yg masuk top 25 aspac yg masih bersaing.Persaingan di Asia Pasifik ini paling ketat dibanding region lain, mis rank 25 aspac adalah rank 60 dunia, sedang afrika sdh 300an.Karena itu banyak teman2 blogger dari Indonesia yg meminta dukungan vote agar masuk top 25, termasuk saya.Saat ini posisi saya per tanggal 8 April 2013 termasuk ranking 19 Asia Pasifik dan 54 untuk worldwide. Sudah termasuk top 25 tapi masih memerlukan dukungan agar tidak terkejar kontestan lain.Nantinya dari top 25 masing2 region akan dipilih 4 blogger yg akan diundi untuk bertukar tempat dgn blogger dari region lain.Entah dgn cara apa menyaring 25 blogger jadi 4 finalis, mungkin dg interview, buat tulisan, yg jelas usaha dulu biar masuk top 25.

Dan jika berkenan silahkan VOTE partisipasi saya disini –>http://www.bigblogexchange.org/blog/102001

Caranya cukup mudah, cukup klik tulisan VOTE di link tersebut, SUBMIT alamat email, lalu cek email dan KLIK link untuk verifikasi email tersebut.

terima kasih,

@Harrismaul

Tags:

 
0

RECTOVERSO : (Cinta yang Paling Mulia) Cinta yang Tak Terucap

Posted by maulanaharris on Feb 16, 2013 in Tak Berkategori

Bersyukur saya mendapat kesempatan nonton bareng RECTOVERSO bersama para sutradara dan para pemainnya saat diadakan nonton bareng yang diadakan olehUseeTV Movie Mania di Senayan City XXI pada hari jumat tanggal 15 Februari 2013. Untuk hal ini saya perlu berterima kasih kepada UseeTV dan Blogdetik yang sudah mengundang para blogger.

Sebelum film dimulai diperkenalkan sutradara dari film ini yaitu Marcella Zalianty, Happy Salma, Cathy Sharon dan Olga Lidya. Sementara Rachel Maryam tidak bisa hadir. Ya film ini disutradarai oleh 5 orang srikandi muda dan cantik yang selama ini kita kenal sebagai selebritis di Indonesia. Dan uniknya, film ini adalah karya pertama mereka semua.

Dalam testimoninya mereka mengatakan bahwa film ini diangkat dari buku yang ditulis oleh Dewi Lestari. Aslinya terdiri dari 11 cerita pendek, namun dalam film ini hanya diambil 5 cerita yaitu : Malaikat Juga Tahu yang disutradarai oleh Marcella Zalianty, Firasat (Rachel Maryam), Cicak di Dinding (Cathy Sharon), Curhat Buat Sahabat (Olga Lidya) dan Hanya Isyarat (Happy Salma).

Film ini mengisahkan tentang cinta, itulah mengapa diluncurkan tepat pada hari Valentine tanggal 14 Februari kemarin. Namun jangan salah, cinta disini berbeda dengan cinta yang seperti biasa. Seperti yang dijadikan sub judul film ini akan mengisahkan “Cinta yang Tak Terucap“. Jadi jangan harap ada kata “Aku Cinta Kamu” dalam film ini. Seperti yang diungkapkan oleh Happy Salma, cinta yang tak terucap tergambar jelas dalam film ini, namun jangan berkecil hati dulu jika pernah mengalaminya, karena menurutnya cinta yang paling mulia adalah cinta yang tak terucap, cinta yang tidak diketahui oleh orang yang kita cintai, cinta bertepuk sebelah tangan dan cinta yang tidak pernah terungkap. Bagi penonton yang pernah mengalaminya pasti akan bilang, wah gue banget!

Namun Happy tidak memberi alasan mengapa disebut sebagai cinta yang paling mulia. Mungkin dengan tidak terucap tidak ada orang yang disakiti, karena jika diungkap siapa tau ditolak dan menjadi sakit hati atau jika jadian malah akan jadi berantem dan akan saling menyakiti. Namun itu hanya opini pribadi saja.

4 dari 5 sutradara hadir saat pemutaran nonton bareng movie mania

4 dari 5 sutradara hadir saat pemutaran nonton bareng UseeTV Movie Mania

Saat Marcella mengatakan bahwa film ini berjenis omnibus, saya langsung berfikir bahwa film ini terdiri dari cerita-cerita pendek seperti film Jakarta Hati atau 3 Sum. Namun setelah menyaksikan filmnya ternyata dugaan saya salah. Film ini ternyata utuh, tidak dibagi-bagi menjadi 5 cerita satu per satu seperti kedua film diatas. Jadi film ini utuh namun didalamnya ada 5 cerita yang berbeda. Adegan demi adegan muncul dalam film tersebut. Diawali dengan adegan dalam cerita “Malaikat Juga Tahu” yang menampilkan sosok si Abang pengidap autis yang diperankan sangat apik oleh Lukman Sardi. Lalu adegan meloncat ke cerita “Firasat” yang dibintangi oleh Asmirandah sebagai Senja dan Dwi Sasono sebagai Panca. Dan seterusnya hingga kelima cerita itu berputar.

Tidak heran jika dikatakan Marcella bahwa syuting ini hanya menghabiskan 16 hari sementara untuk “merajut” ke 5 cerita ke dalam satu film utuh diperlukan waktu 3 bulan! Penontonpun “dipaksa” harus berfikir untuk merunut cerita yang ditampilkan, membagi fikirannya menjadi 5 cerita yang berbeda. Kelebihan dari merajut film ini, pada bagian akhir semua cerita akan mencapai klimaks. Emosi penonton akan terus naik hingga akhir cerita. Berbeda ceritanya jika film dibagi per cerita. Istilahnya “emosi”nya dapet banget. Tidak heran diakhir cerita banyak penonton yang menitikkan air mata atau sekedar berkaca-kaca.

Dalam film ini juga penonton dimanjakan oleh lagu-lagu dan suara merdu para penyanyi tanah air seperti lengkingan suara Acha Septriasa yang diiringi gitar oleh Tohpati dalam lagu “Surat Buat Sahabat “, Raisa yang menyanyikan lagu “Firasat” dengan aransemen baru. Dulu lagu ini pernah dipopulerkan oleh Marcel. Lalu ada suara emas Glenn Fredly yang menyanyikan lagu “Malaikat Juga Tahu”, Dira Sugandi yang menyanyikan “Cicak di Dinding” dan pendatang baru grup Drew yang akan menyanyikan lagu “Hanya Isyarat”.

Saya tidak perlu panjang lebar lagi mengupas film ini. Lebih baik bagi kalian yang belum nonton segera ke bioskop bareng pacar, temen curhat atau sendirian juga nggak apa-apa, siapa tahu ada kisah yang pernah kita alami, atau ada pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini dan sebelum segalanya terlambat kita bisa melakukan hal yang benar dan tidak menyakiti hati orang lain. Siapa tau selama ini kita tidak menyadari disekitar kita ada orang yang selalu memperhatikan kita, ada orang yang mengharapkan cinta kita dan film ini bisa membuka rasa dan peka yang selama ini membeku, seperti arti dari RECTOVERSO sendiri yaitu dua sisi yang berbeda tetapi sesungguhnya adalah satu kesatuan.

foto dulu di wall of fame sebelum nonton bareng movie mania

foto dulu di wall of fame UseeTV Movie Mania sebelum nonton bareng movie mania

Tags: ,

 
0

Mengenang Tragedi Lewat Museum Tsunami Aceh

Posted by maulanaharris on Des 26, 2012 in Tak Berkategori

Hari ini tepat 8 tahun lalu terjadi tragedi atau bencana dahsyat yang melanda kawasan Aceh. Ya 26 Desember 2004 terjadi peristiwa tsunami yang tidak akan terlupakan. Ratusan ribu jiwa manusia melayang. Bangunan porak poranda. Hampir seluruh daerah di pesisir pantai rata dengan tanah. Untuk mengenang peristiwa itu pemerintah dan beberapa lembaga bantuan donor membangun sebuah musium yang diberi nama Museum Tsunami Aceh. Kebetulan beberapa waktu lalu saya sempat mengunjunginya.

Museum ini bukan hanya mengenang tragedi tapi berfungsi juga sebagai pendidikan bagi generasi muda tentang antisipasi bencana dan tempat evakuasi yang memadai jika terjadi peristiwa serupa.

Museum yang terletak di jantung Kota Banda Aceh tepatnya di Jalan Sultan Iskandar Muda ini diresmikan pada tahun 23 Februari 2008 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Berfungsi sebagai objek sejarah dan pusat penelitian tentang tsunami, simbol kekuatan masyarakat Aceh menghadapi bencana tsunami dan sebagai warisan kepada generasi mendatang bahwa disini pernah terjadi bencana tsunami.

Desain museum mengusung konsepRumoh Aceh as Escape Hill hasil rancangan arsitek M. Ridwan Kamil yang memenangkan lomba desain museum ini pada tahun 2006. Desain sarat dengan konten lokal namun rancangannya sangat modern dan futuristik. Digambarkan sebuah rumah panggung tradisional Aceh dan berfungsi juga sebagai escape hill atau bukit evakuasi jika terjadi bencana banjir atau tsunami di masa datang.

Sebelum memasuki pintu masuk akan ditemukan sebuah helikopter Polisi yang hancur diterjang tsunami. Lalu mulai memasuki Lorong Tsunami (Tsunami Alley) yang sempit, menjulang dan temaram. Disisi kiri dan kanan mengalir air dan suara gemuruh air seakan mengingatkan peristiwa tsunami. Disini bulu kuduk kami berdiri.

Kemudian kami memasuki ruangan yang terdiri dari bangunanmonumen yang diatasnya terdapat sebuah LCD yang memperlihatkan foto-foto saat peristiwa tsunami, seperti bangunan yang hancur, kapal di atas rumah, mayat-mayat bergelimpangan. Sungguh kami terenyuh melihatnya.

Ruang berikutnya adalah Ruang Sumur Doa(Chamber of Blessing). Di ruangan yang berbentuk lingkaran seperti cerobong ini terdapat ribuan nama-nama korban tsunami. Menjulang ke atas dan diujung atas ada sebuah cahaya dan tulisan arab berlafaz ALLAH. Pesan dari ruangan ini adalah setiap jiwa manusia pasti akan kembali kepada yang maha kuasa. Dengan sayup-sayup suara orang mengaji, suasana menjadi semakin dalam. Tanpa terasa air mata hangat membasahi pipi.

Setelah itu kami naik ke lantai 2 dengan melewati jembatan yang dirancang sangat futuristik. Seakan tidak percaya bahwa bangunan ini didesain oleh putra bangsa.

Di ruang pamer temporer disajikan foto-foto berukuran besar pra, saat dan pasca tsunami. Mungkin kita masih ingat dengan seorang ibu yang menangis saat memeluk anaknya sudah tidak bernyawa lagi atau seorang bapak yang berlari menyelamatkan diri hanya mengenakan handuk putih. Semua itu ada disini dan membuat kami menangis.

Lalu kami memasuki ruangan audio visual. Di ruangan yang sepertimini theathe dengan kapasitas 30 orang ini kami disuguhi film saat terjadi tsunami 26 Desember 2004 itu. Film tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya bencana tersebut dan betapa lemahnya manusia menghadapi cobaan yang maha kuasa. Terlihat saat gelombang tsunami memasuki kota Banda Aceh dan berhasil direkam oleh beberapa warga dengan video amatir. Meratakan dan menyeret semua yang dilewatinya. Rumah. Pohon. Kendaraan. Namun jika takdir belum menjemput, terlihat seorang kakek renta yang sedang menyelamatkan diri padahal dibelakangnya datang gelombang tsunami, dalam hitungan detik dia naik ke tempat yang lebih tinggi dan berhasil menyelamatkan diri.Dan, saat film selesai, terlihat hampir semua orang mengusap matanya.

Selanjutnya kami naik ke lantai 3. Disini disajikan beberapa ruangan untuk memorabilia setelah tsunami seperti sebuah jam besar yang menunjukkan waktu saat terjadinya tsunami, sepeda motor dan sepeda yang hancur. Semua itu sumbangan dari warga yang rela barangnya ditempatkan di museum ini. Selain itu ada juga diorama saat tsunami melanda beberapa daerah. Seperti diorama sebuah mesjid yang berdiri kokoh diterjang tsunami sementara bangunan lain semuanya rata dengan tanah.

Ruangan lain memberikan informasi pengetahuan tentang tsunami dan bencana lainnya. Juga ada ruang simulasi gempa. Disini kita bisa merasakan saat terjadi gempa yang sesungguhnya. Ada juga ruangan perpustakaan yang berisi buku-buku tentang bencana sumbangan dari berbagai pihak. Dan terakhirnya ada ruangan khusus cindera mata.

Setelah itu kita kembali turun ke lantai 1 dan bisa beristirahat di dalam cafe yang nyaman. Tanpa terasa 2 jam waktu dihabiskan di tempat ini. Namun banyak sekali manfaat yang kita peroleh dari museum ini. Bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, namun kita bisa mengantisipasinya untuk meminimalisir jumlah korban. Satu yang tidak bisa dilawan yaitu takdir dari Yang Maha Kuasa.

Tags:

 
11

PureIt : Gaya Hidup Baru yang Sehat, Hemat dan Ramah Lingkungan

Posted by maulanaharris on Nop 29, 2012 in Tak Berkategori

Dari manakah selama ini kita mengonsumsi air minum?

Dari air galon?

Dari air isi ulang?

Atau memasak dari air bersih yang tersedia?

Perlu diketahui bahwa sumber air dari air mineral galon dan isi ulang itu sumbernya dari mata air di kaki gunung. Cepat atau lambat jika di eksploitasi terus menerus sumber air tersebut akan habis, apalagi jika lingkungan disekitarnya (catchment area) tidak dijaga dengan baik. Nah, fenomena seperti ini kini sedang terjadi. Ekspoitasi besar-besaran terhadap mata air sangat gencar karena bisnis air isi ulang sedang naik daun. Hal ini disebabkan harga air galon harganya cukup mahal, apalagi yang sudah bermerek, bahkan kadang hilang dipasaran karena kehabisan stok.

8ee3111cd11829958d8d67a9d84b5550_galonGalon kosong menumpuk saat kehabisan stok. Apakah steril?

Selain itu kini banyak juga air mineral yang dijual dalam kemasan gelas atau botol plastik yang banyak bertebaran di mana-mana. Memang praktis sih, tinggal mengeluarkan uang 500-3.000 rupiah rasa haus sudah hilang. Tapi tahukah bahwa plastik itu sangat susah terurai? perlu ratusan tahun untuk mengurai sampah plastik.

6e5169e80a595996c92f9a08cf300a30_air-minum-kemasan-gelasSampah gelas plastik yang sulit terurai

Ups ternyata apa yang kita lakukan selama ini salah ya. Gaya hidup diatas ternyata ikut andil dalam merusak lingkungan. Selain itu juga kurang higienis dan boros. Coba bayangkan jika kita menggunakan air galon isi ulang, memang air tersebut diambil dari sumber air yang bersih, namun saat pengangkutannya apakah terjamin bersih? Dari mulai menggunakan selang, tangki kendaraan yang mungkin sudah berkarat sampai proses pengisian air ke dalam galon.
b9ba408db890bd3e7cf22dcff7902edf_tangki-airTruk tangki air isi ulang
Sedangkan jika menggunakan air galon bermerek ternyata jika dihitung-hitung termasuk boros. Coba kita hitung jika kita menggunakan 5 galon dalam sebulan sudah menghabiskan Rp.60.000 per bulan dan Rp 720.000 per tahun. Demikian juga dengan air yang dimasak. Kalau untuk membuat teh atau kopi sih tidak apa-apa, tapi ini memasak air kemudian didinginkan untuk dikonsumsi, tentu saja boros karena memerlukan bahan bakar gas yang persediaannya terbatas.

Jadi apa yang harus kita lakukan untuk ikut menyelamatkan lingkungan?

Menyelamatkan sumber-sumber mata air yang sangat berharga untuk anak cucu kita kelak sekaligus bergaya hidup sehat dan hemat?

Kini sudah tersedia di pasaran sebuah produk pemurni air atau water purifier yang menghasilkan air bersih yang terlindungi dari kuman berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit. Ya, produk itu adalah Pureit produksi dari Unilever. Produk yang sudah mengusung teknologi modern dan canggih ini tidak memerlukan listrik, tidak memerlukan gas, tidak perlu dimasak, hanya tinggal memasukkan air ke dalam wadah bagian atas alat ini yang sudah dilengkapi serat mikro, setelah mengalami beberapa proses penyaringan,air yang keluar siap diminum. Dan air yang keluar dijamin sudah bebas virus, bakteri, dan parasit berbahaya serta menghilangkan kotoran di dalam air ; sehingga air yang dihasilkan jernih, tidak berbau dengan rasa yang alami. Pureit dapat menampung air sebanyak 18 liter yang terdiri dari 9 liter kapasitas wadah atas dan 9 liter kapasitas wadah transparan. Hampir setara dengan 1 air galon (19 liter). Bentuknya pun hampir menyerupai dispenser, namun tanpa ada tambahan galon.

Bagaimana Proses Kerja Pureit?

Proses kerja pemurnian air dibagi ke dalam 4 tahapan, yaitu :

  • Tahap 1: Saringan Serat Mikro menghilangkan semua kotoran yang terlihat
  • Tahap 2: Filter Karbon Aktif menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya
  • Tahap 3: Prosesor Pembunuh Kuman menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air
  • Tahap 4: Penjernih menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami

753d1f4ed23edcbcac9eddbc833bace0_pureit

Komponen tahap ke 2-3-4 disebutGermkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang akan memurnikan 1.500 liter air (80 galon) untuk pemakaian kurang lebih 6 sampai 8 bulan (tergantung pemakaian). Jika Germkill kit sudah harus diganti akan ada indikator yang memberitahu dan otomatis air tidak akan keluar.

Hemat

Seperti yang disebutkan diatas, pemakaian Pureit ini juga hemat. Jika mengkonsumsi air galon bermerek dalam setahun bisa mencapai Rp 720.000 (dengan asumsi mengkonsumsi 5 galon per bulan dengan harga Rp 12.000/galon), maka jika menggunakan Pureit cukup mengeluarkan dana sebesar Rp 550.000,- untuk 1 buah Pureit + Germkill Kit Rp 150.000,- Total Rp 700.000,- dan ini bisa dipakai lebih dari 1 tahun. Pembelian berikutnya hanya untuk pembelian Germkill Kit saja yang kebutuhannya tergantung pemakaian. *Hemat kan beib? :D*

Jadi tidak perlu ada alasan lagi untuk segera beralih ke Pureit dengan gaya hidup yang baru. Tidak perlu repot-repot membeli dan mengangkat galon (lama-lama bisa turun berok lho :D ), cukup menggunakan Pureit yang praktis dan hemat. Jika keluar rumah untuk beraktifitas jangan lupa membawa tumbler (botol isi ulang) dengan isi air Pureit ini untuk ikut menjaga lingkungan. Jangan beli air kemasan plastik ya! Oya produk Pureit juga sudah lolos uji dan mendapat sertifikat dari beberapa universitas ternama baik di dalam maupun luar negeri seperti UGM, IPB, ITB dan beberapa universitas di Eropa. Jadi kehandalan dan keamanannya sudah tidak perlu diragukan lagi.

d6100f8dc0fd65cafd72f3ce1ffd1436_certified2Sertifikat dari IPB

Yuk kita mulai hidup sehat, hemat dan ramah lingkungan :)

Tags:

 
4

Jelajah Sumatera Bersama Daihatsu Terios

Posted by maulanaharris on Nop 7, 2012 in Traveling

Bulan Oktober 2012 lalu tim Daihatsu bersama sejumlah jurnalis otomotif melakukan petualangan dengan menjelajahi keindahan Pulau Sumatera. Petualangan yang ditajuk dengan nama “Terios 7 Wonders : Sumatera Coffee Paradise” menjelajahi Pulau Andalas ini hingga mencapai 3.000 km lebih dengan menggunakan kendaraan Daihatsu Terios keluaran terbaru. Petualangan ini juga akan mengunjungi sentra-sentra penghasil kopi yang merupakan komoditas unggulan Pulau Sumatera. Sebagai penggemar kopi tentu saya sangat menyukai kopi Sumatera yang rasanya khas, favorit saya adalah Kopi Luwak Takengon dan Kopi Empat Lawang.

Petualangan ini diberi nama “Terios 7 Wonders : Sumatera Coffee Paradise” karena Daihatsu Terios ini memiliki 7 keunggulan yang sangat mendukung petualangan ini. Selain itu dalam petualangan ini tim akan mengunjungi 7 sentra kopi terbaik di Sumatera.

Pertama akan kita bahas adalah 7 keunggulan Daihatsu Terios, berikut perinciannya :

1. The Only 7-seater SUV - Daihatsu Terios ini adalah jenis kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) pertama yang memiliki 7 kursi penumpang. Hayo coba tunjukkin kendaraan SUV mana lagi yang punya kursi 7 penumpang?

Only 7seats SUV

Only 7-seaters SUV

2. Easy Acces Entertaintment - Daihatsu Terios memiliki kemudahan dalam mengakses hiburan dalam kabin seperti mendengarkan radio atau lagu karena panel audio sudah tertanam dalam kemudi. Jadi tangan tidak perlu berpindah dari kemudi. Tinggal mainkan jempol saja untuk menaik-turunkan volume atau ganti lagu.

Easy Acces Entertainment

Easy Acces Entertaintment

3. Tough Style - lihatlah tongkrongan Daihatsu Terios ini, terlihat gagah, ganteng dan macho. Benar-benar tipe seorang petualang sejati.

Penampilan yang Gagah

Penampilan yang Gagah

4. City Cruiser - selain untuk menjelajah, Daihatsu Terios ini juga sangat cocok untuk menjelajah kota, dengan jarak yang tinggi dari tanah dijamin bakalan lolos kalau banjir di tengah kota.

City Cruiser

City Cruiser

5. Easy Handling - walau Daihatsu Terios ini termasuk dalam kategori SUV, namun untuk pengoperasian termasuk nyaman seperti sedan karena sudah mengadopsi electric power steering. Jadi sangat mudah dan ringan dikendalikan.

Easy Handling

Easy Handling

6. Optimal Comfort - sekali lagi walau Daihatsu Terios ini termasuk kendaraan SUV namun sangat nyaman dikendarai karena sudah menggunakan suspensi MacPherson Strut yang nyaman. Jadi kendaraan gunung yang selama ini terkenal dengan ajrut-ajrutan tidak berlaku bagi Terios ini.

Suspensi MacPherson

Suspensi MacPherson

7. Excellent Strenght - Dengan mengusung mesin DOHC 1.500 cc dijamin handal plus irit karena sudah menerapkan mesin VVT-i dan sistem Electronic Fuel Injection (EFI).

Mesin 1500 cc DOHC VVTi

Mesin 1500 cc DOHC VVTi

Nah dalam perjalanan Jelajah Sumatera ini ketangguhan mesin dan performa Daihatsu Terios ini benar-benar diuji. Mulai dari jalanan mulus hingga jalanan rusak. Mulai jalan datar hingga terjal dan berkelok-kelok.

7aa721ae2229eb6ec47af2c40792a53c_map

Dan untuk 7 wonders yang kedua adalah - seperti yang disebutkan di atas - ada 7 sentra kopi yang akan di kunjungi tim dari Daihatsu Terios ini. Itulah mengapa Sumatera sering disebut sebagai Coffee Paradise.

Wonder 1 : Kopi Liwa - Lampung (Day 1)

Liwa menjadi tempat kunjungan pertama karena lokasinya paling dekat yaitu di Lampung. Dari Jakarta tim Terios 7 Wonders melaju mulus di jalan tol Jakarta - Merak. Lanjut naik kapal ferry di Pelabuhan Merak hingga merapat di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Total perjalanan Jakarta - Liwa ditempuh 567 km. Disini mereka menikmati hidangan kopi luwak khas Liwa.

Saat Tiba di Liwa, Lampung

Wonder 2 : Kopi Lahat - Sumatera Selatan (Day 2)

Dari Liwa perjalanan dilanjutkan ke Lahat. Saat tiba di kota ini tim disambut oleh orang nomor satu di wilayah ini yaitu Bupati Lahat H.Syaifudin Aswari Rivai. Suguhan Kopi Khas Lahat seakan menjadi lambang persahabatan dan dengan cepat mengakrabkan sang bupati dengan tim. Bahkan dengan bangga bupati mengatakan bahwa salah satu mobil dinasnya adalah Daihatsu Terios!

Bupati Lahat dan Salah Seorang Anggota Tim Daihatsu Terios 7 Wonders

Bupati Lahat dan Salah Seorang Anggota Tim Daihatsu Terios 7 Wonders

Wonder 3 : Kopi Pagar Alam - Sumatera Selatan (Day 3)

Dari Lahat menuju Pagar Alam performa Daihatsu Terios benar-benar diuji. Jalanan mulai menanjak dan berkelok-kelok. Namun dengan keunggulan easy handling yang menggunakan electric power steering mengemudi jadi tidak terasa cape karena ringan dikendalikan. Pagar Alam berada di ketinggian 1.000 m dpl. Disana terdapat Gunung Dempo yang indah. Dikelilingi oleh perkebunan kopi dan teh. Tidak lupa setiap orang dalam tim mencicipi kopi Khas Pagar Alam.

Perkebunan Teh di Kaki Gunung Dempo

Perkebunan Teh di Kaki Gunung Dempo

Wonder 4 : Kopi Empat Lawang - Sumatera Selatan (Day 4)

Dari Pagar Alam perjalanan kembali dilanjutkan ke Tebing Tinggi ibukota Kabupaten Empat Lawang yang merupakan wilayah baru hasil pemekaran dari Kabupaten Lahat pada tahun 2007 lalu. Daerah ini merupakan salah satu sentra penghasil kopi di Sumatera Selatan. Bahkan H. Budi Antoni Aljufri Bupati Empat Lawang sudah merencanakan pabrik kopi standar internasional akan di bangun di wilayah ini, karena selama ini pengolahan kopi masih dibuat dengan cara tradisional. Jika kita berkunjung saat musim panen kopi telah tiba, kita akan mudah kopi-kopi hasil panen tersebut akan dijemur dan setelah kering akan dihamparkan dijalanan dengan tujuan agar kopi tersebut dilindas oleh kendaraan yang lewat dan menjadi bubuk dengan cara alami. Tentu saja hal ini sangat tidak efisien dan kurang higienis. Pengalaman ini saya dapatkan ketika saya mengunjungi daerah ini beberapa waktu lalu.

Kopi Empat Lawang dalam kemasan

Kopi Empat Lawang dalam kemasan

Wonder 5: Kopi Curup - Bengkulu (Day 5)

Dari Tebing Tinggi (Empat Lawang) ke Bengkulu hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Cukup dekat dibandingkan dengan jarak tempuh ke Palembang yang memakan waktu kurang lebih 8 jam. Hal ini disebabkan Empat Lawang berada di daerah yang berbatasan langsung dengan Bengkulu. Kota Curup hampir seperti Cipanas (Puncak). Tempatnya dingin dan berkabut jika sore menjelang. Cocok rasanya ditemani secangkir kopi Curup yang menyegarkan. Di daerah ini juga terdapat hutan yang menjadi tempat tumbuhnya bunga raflesia arnoldi yang dikenal dengan sebutan “si cantik”. Saya pernah menyaksikan saat bunga ini sedang mekar.

Memasuki Kota Curup ibukota Kepahiang yang sejuk

Memasuki Kota Curup ibukota Kepahiang yang sejuk

Dari Curup perjalanan dilanjutkan ke ibukota Bengkulu (Day 6) kemudian dilanjut ke Bukittinggi (Day 7) yang ditempuh dalam waktu 18 jam. Disini performa mesin DOHC 1.500 cc benar-benar diuji. Selama perjalanan menuju Bukittinggi kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah. Jujur ketika saya melewati daerah ini seakan keindahan alam Indonesia itu tidak ada habisnya. Disini kita bisa melihat Danau Singkarak, Danau Kembar yaitu Danau Diatas dan Danau Dibawah. Uniknya lokasi Danau Diatas ada dibawah dan sebaliknya Danau Dibawah ada diatas. Lalu ada air terjun di Lembah Anai, belum lagi budaya minang dan rumah gadang yang unik.

Wonder 6 : Kopi Mandailing Natal - Sumatera Utara (Day 9)

Dari Bukittinggi (Sumatera Barat) hari ke-8 perjalanan dilanjutkan ke Mandailing Natal - Tarutung (Sumatera Utara) dan sudah memasuki hari ke 9. Disini juga ditemukan kopi Khas Mandailing Natal yang dikenal dengan sebutan Kopi Mandheling. Disinilah pertama kali ditanam kopi Arabika yang dibawa oleh Belanda pada abad ke-17 tepatnya di Desa Pakantan. Keesokan harinya perjalanan kembali dilanjutkan dan memasuki kota Medan pada hari ke-10.

Kopi Khas Mandheling di sebuah kedai

Kopi Khas Mandheling di sebuah kedai

Wonder 7 : Gayo, Takengon - Aceh (Day 12)

Perjalanan dilanjutkan menuju Kota Langsa pada hari ke-11 dan sudah memasuki wilayah Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Dan tepat hari ke-12 sudah memasuki wilayah Gayo, Takengon. Disini sangat terkenal kopi Gayo yang melegenda ke mancanegara. Saya pun pernah singgah di kota ini dan membeli Kopi Luwak Gayo hanya dengan harga Rp 50.000,- per 100 gram. Cukup murah karena kalau kita ngopi luwak di sebuah cafe di Jakarta hanya dapat 1 gelas itu pun dengan harga paling murah Rp 75.000,-

Di Takengon terdapat danau yang cukup terkenal yaitu Danau Laut Tawar, danau terbesar di Propinsi Aceh. Disini tempatnya sunyi, jauh dari keramaian. Sangat cocok untuk berbulan madu :D

Danau Laut Tawar (foto : koleksi pribadi)

Danau Laut Tawar (foto : koleksi pribadi)

Dari Takengon perjalanan di lanjutkan ke Banda Aceh melalui Bireun. Dari Banda Acah kemudian dilanjutkan ke Pulau Sabang dengan menggunakan kapal ferry. Tepat hari ke-15, setelah menempuh perjalanan panjang 3.657 km perjalanan di akhiri di Tugu Kilometer Nol Indonesia!

Sungguh suatu perjalanan yang melelahkan tapi sangat memuaskan karena tim berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan dari awal. Tugu Kilometer Nol adalah sebuah tanda bahwa disinilah Indonesia dimulai. Disinilah Indonesia dihitung. Sebuah tugu yang sangat monumental. Saya pun saat menginjakkan kaki disini sempat meneteskan air mata haru karena bisa sampai ke tempat ini.

Upacara seremonial saat berada di Tugu KM 0 Indonesia

Upacara seremonial saat berada di Tugu KM 0 Indonesia

Lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” dikumandangkan. Ya, disini dari Sabang dimulai negeri tercinta Indonesia. Semoga suatu saat tim Daihatsu Terios melakukan trip dengan menjelajahi Papua dan finish di Merauke sehingga lengkaplah penjelajahan Negeri sesuai dengan lagu diatas. Dan akan lebih seru lagi jika didamping oleh sahabat-sahabat petualang dari blogger :)

d418181037fc6937b1684d6cff36ce57_terios7

***

Sumber Foto : http://www.daihatsu.co.id/terios7wonders/news

Tags:

 
11

Tips Meliput Berita Untuk Blogger

Posted by maulanaharris on Agu 14, 2012 in Tips

Sebagai blogger saat ini kita sering diundang oleh sebuah perusahaan atau agency untuk menghadiri sebuah acara atau event. Keberadaan blogger saat ini sudah bisa disejajarkan dengan jurnalis dari media main stream. Rasanya acara atau event kurang afdol jika tidak mengundang blogger *cie-cie*

Sebagai bentuk balasan atas undangan tersebut tentu saja blogger harus membuat report akan acara tersebut, karena untuk itulah blogger diundang agar acara tersebut dipublikasikan di blog pribadinya. Memang agak cukup merepotkan dalam meliput suatu peristiwa bagi yang tidak terbiasa. Biasanya kita hanya mengadopsi dari press release yang dikeluarkan mengenai acara tersebut. Namun jika kita mengadop langsung tentu amat sangat tidak kreatif bukan?

Nah ada satu cara yang saya terapkan agar bisa meliput acara tersebut tanpa perlu repot-repot mencatat yaitu dengan menggunakan twitter. Istilahnya adalah “live tweet”. Dengan live tweet tentu kita akan menyimak dan memberitakan acara tersebut secara bersambung. Dari satu tweet ke tweet berikutnya yang terangkum dalam 140 karakter. Agar memudahkan gunakan hashtag tertentu untuk merangkumnya. Kadang yang punya acara juga mengadakan live tweet untuk memeriahkan acara tersebut di dunia maya. Bahkan diberikan hadiah untuk tweet yang paling inspiratif atau terbanyak. Dan saya pernah memenangkan blackberry, android phone, voucher belanja, buku, dll dari live tweet ini.

Nah jika sudah sampai rumah kita tinggal mengumpulkan bahan-bahan yang kita tulis via live tweet tadi dan mengcopy-nya dalam blog. Yah tinggal nambah-nambah sedikit plus sinkronisasi plus tambah foto. Jangan lupa prinsip 5 W 1 H untuk peliputan berita.

Dan besoknya siap posting di blog kita, boleh menggunakan schedule mau di posting  jam berapa. Jika sudah posting jangan lupa mention via twitter link tulisan kita kepada perusahaan yang mengadakan acara, saya jamin 100% mereka pasti happy dan akan mengundang kamu lagi jika ada acara berikutnya.

Jadi intinya adalah : live tweet - posting - linking. Selamat mencoba :)

Salam,

@HARRISmaul

 
2

Pulau Peucang : Surga Kecil di Ujung Barat Pulau Jawa

Posted by maulanaharris on Agu 10, 2012 in Traveling

Hari ke-2 Trip Tanjung Lesung rencananya akan menjelajahi Pulau Peucang. Jam 7 pagi kita semua sudah siap di dermaga Beach Club. Pak Cecep yang menjadi tour guide mengatakan cuaca agak kurang bagus. Ombak diperkirakan mencapai 1,5-2 meter. Dengan demikian perjalanan akan terhambat menjadi sekitar 3 jam.

Tepat jam 07:30 perjalanan dimulai, 30 menit pertama ombak masih bersahabat, namun menit berikutnya apa yang ucapkan oleh Pak Cecep terbukti. Cuaca kurang bagus adalah bahasa lembut dari kata cuaca buruk.  Speedboat yang menggunakan mesin 2 x 60PK terombang-ambing dihempas ombak, angin dari arah selatan (Pulau Jawa) membuat speedboat menjadi semacam memutar ke luar pulau, bahkan saking kencangnya, bendera yang berkibar diatas speedboat pun arahnya bukan ke belakang kapal seperti biasanya, tetapi ke arah kanan, saking kuatnya angin tersebut.

Pak Cecep mengatakan bahwa cuaca terbaik adalah bulan maret sampai juni. Saat itu ombak tenang dan cuaca bagus. Sementara waktu yang kurang baik adalah bulan september hingga februari. Diluar bulan itu, seperti agustus ini peluangnya 50:50

Suasana di dalam speedboat saat laut masih tenang

Selama 2 jam keadaan tersebut membuat kami semua basah kuyup nggak karuan, tapi kami semua enjoy aja menikmati fenomena alam tersebut. Bahkan diantara hingar bingar tersebut ada yang malah asyik tidur dengan lelapnya (lirik mbak Trinity :D ).

Saat akan memasuki tujuan, ombak mulai bersahabat. Laut kembali tenang. Dan akhirnya tepat setelah mengarungi laut selama 3 jam akhirnya tiba di Pulau Peucang.

Dan saat mulai mendekati pulau, semua yang baru pertama kali mengunjungi pulau ini antusias sekali mengamati setiap detail. Nampak pulau kecil yang berada di tengah-tengah laut. Dikelilingi laut jernih yang berwarna kehijauan. Ketika kapal memasuki dermaga kami sudah tidak sabar untuk menjejakkan kaki di pasirnya yang putih dan lembut. Rasa lelah sepanjang perjalanan karena didera ombak, hilang seketika.

Tiba di Dermaga Pulau Peucang

Dermaga Pulau Peucang

Air laut yang jernih dan pasir yang putih

Bawaannya pengen nyeburrr…

Selamat datang di Pulau Peucang

Pulau Peucang adalah bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang dilindungi keberadaannya. Pulau yang luasnya tidak lebih dari 450 hektar itu menjadi tempat yang nyaman untuk berbagai macam satwa liar seperti rusa, babi hutan, burung merak, kera, dll.

Cukup banyak aktifitas yang bisa dilakukan di pulau ini, antara lain trekking ke Kacang Copong sejauh 3 km, wildlife viewing, swimming, snorkeling dan diving. Aktifitas pertama kami adalah melakukan trekking ke Karang Copong. Kegiatan ini adalah melakukan trekking memasuki pulau yang penuh dengan hutan tropis berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

Dan ketika kami mulai melakukan trekking, ditengah perjalanan kami bertemu dengan seekor rusa betina. Dari bahasa tubuhnya sepertinya sudah terbiasa bertemu dengan manusia dan berkata “selamat datang di pulau kami“. Ya, Peucang dalam bahasa sunda berarti Rusa, tidak berlebihan jika mereka menyebut bahwa pulau ini adalah milik mereka.

Rusa yang kami temui di Pulau Peucang

Ditengah perjalanan kami banyak menemukan vegetasi-vegetasi yang berusia puluhan tahun, bahkan ada satu pohon akar yang sudah berusia ratusan tahun yang tidak kami temukan ditempat lain. itulah mengapa saya menyebutnya sebagai “Surga Kecil”. Setelah melakukan perjalanan selama 1 jam akhirnya kami tiba di bukit yang pemandangannya langsung ke lautan lepas. Salah satunya ada sebuah karang besar yang ditengahnya ada lubangnya, itulah mengapa disebut Karang Copong.

Tiba di bukit dekat Karang Copong

Karang Copong

View laut Jawa

Satu jam kami habiskan ditempat yang nyaman ini, setelah itu kembali ke dermaga. Dalam perjalanan kami sempat bertemu dengan rusa jantan dan babi hutan. Setelah satu jam berjalan santai kami tiba di dermaga. Di kawasan dermaga terdapat beberapa bangunan yang memberikan informasi seputar objek wisata di pulau ini, ada juga penginapan bagi pengunjung yang akan bermalam dan menikmati suasana pulau dimalam hari.

Setelah puas mengeksporasi Pulau Peucang, perjalanan kami lanjutkan ke Pantai Cimayang untuk melakukan snorkeling di tengah laut. Perlu 15 menit menggunakan speedboat untuk mencapai lokasi tersebut. Setelah tiba kami semua langsung nyebur ke dalam laut, melihat pemandangan laut yang masih terlihat indah. Menyapa terumbu karang dan ikan-ikan yang berlari-lari disela-sela karang. Tidak lupa mengabadikannya dengan melakukan foto di bawah laut.

Tanpa terasa 2 jam sudah berlalu, saatnya kembali ke Tanjung Lesung, jika terlambat akan tiba saat gelap dan ombak akan semakin menggila. Dan dengan berat hati harus segera meninggalkan tempat yang indah ini.

Dan kejadian saat pergi terulang kembali. Ombak dan angin berlomba-lomba seakan ingin menyapa. Tapi kami semua sudah terlalu lelah untuk menanggapi. Kami semua terlelap dalam mimpinya masing-masing. Mimpi tentang Surga Kecil di Ujung Barat Pulau Jawa.

Tags:

 
13

Eksplorasi Kawasan Wisata Tanjung Lesung, Banten

Posted by maulanaharris on Agu 9, 2012 in Traveling

Entah mimpi apa semalam saat saya ditawari untuk melakukan trip perjalanan wisata ke Tanjung Lesung, Banten selama 3 hari 2 malam. Tidak perlu berpikir panjang saya langsung menyetujui tawaran ini, urusan cuti bisa diatur.  Dan yang lebih gila lagi ternyata kita berangkat bersama Trinity. Siapa yang tidak kenal dia? bagi kalangan traveler tentu tidak akan asing lagi. Selain itu juga ada Barry Kusuma seorang fotografer yang sudah menjelajah keliling Indonesia mengunjungi alam dan budaya nusantara yang sangat beragam. Lalu ada Rini Raharjanti, seorang traveler yang sudah menerbitkan buku backpacker-nya di India dan Selandia Baru. Ada juga Murni yang mengelola situs traveling indohoy.com dan Veny seorang pecinta traveling yang rela resign hanya untuk mengejar passion-nya.

Lengkap sudah petualangan kali ini, dan pada tanggal 6 Agustus 2012 pukul 08:00 kami semua sudah berkumpul di Menara Batavia sebelum berangkat menuju lokasi. Perjalanan dimulai tepat jam 08:30 melalui Jalan tol Jakarta - Merak, kemudian keluar Serang Timur, melalui Pandeglang, Mandalawangi dan Labuan. Perjalanan ditempuh dalam waktu 3,5 jam. Tepat jam 12.00 kita sudah tiba di lokasi “Tanjung Lesung Resort“.

Tanjung Lesung Resort adalah bagian dari Kawasan Wisata Tanjung Lesung yang memiliki luas 1.500 hektar. Kawasan ini dikembangkan oleh Banten West Java Tourism Development Corporation (BWJ) yang didirikan pada tahun 1990 dengan tujuan untuk mengembangkan kawasan wisata terpadu yang menjanjikan di Propinsi Banten. Sampai saat ini pengembangan pariwisata di kawasan ini terus berjalan untuk mencapai tujuan tersebut. Saat ini kepemilikan Tanjung Lesung ini dimiliki oleh PT Jababeka, Jakarta.

Kawasan Wisata Tanjung Lesung, Banten

Kami menginap di Kalicaa Villa yang terdiri dari 3 kamar dan terdapat kolam renang. Dapat dihuni oleh 6 orang dengan tarif Rp 2.000.000,- / malam (weekdays) dan Rp 4.200.000,- (weekend) termasuk breakfast, dinner dan fasilitas lainnya. Untuk paket 3 malam mendapat diskon yang cukup lumayan.


Kalicaa Villa

Santai di depan kolam renang

Setelah istirahat sejenak di villa, kami langsung melakukan eksplorasi di Kawasan Tanjung Lesung Resort. Pertama kami menuju tempat penyewaan sepeda agar mudah berkeliling di kawasan ini. Kami boleh memilih sepeda apa saja, ada mountain bike, sepeda tandem, sepeda anak-anak, dll dengan sewa Rp 30.000 / jam.


Tempat Penyewaan Sepeda

Setelah mendapat sepeda yang diinginkan kami bersama-sama ke Beach Club yang berada di tepi pantai. Disini disediakan berbagai jenis water sport seperti waterski, jetski, banana boat, berenang dan snorkeling, dll.

Selain itu disediakan juga trip untuk eksplorasi ke Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Panaitan, Anak Gunung Krakatau atau Rakata hingga diving. Kita tinggal memilih paket mana yang kita inginkan.

Dermaga di Beach Club

View dari Beach Club

Setelah puas melihat-lihat kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Bodur yang berada di kawasan ini. Perlu waktu 15 menit untuk mencapai pantai tersebut dengan menggunakan sepeda. Dan ternyata pantainya sangat bersih dan pasirnya putih. Namun tidak boleh untuk berenang karena ada cekungan yang cukup dalam, namun rasa penasaran mengalahkan larangan tersebut. Kami semua menceburkan diri ke dalam laut, tentu dengan waspada dan saling memperhatikan satu sama lain agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah 2 jam berenang kami mendapat bonus sunset yang indah. Wow beautiful…

The Bodur Beach, a private beach, khusus untuk pengunjung

Tanjung Lesung Resort

Bodur Beach

Berenang dengan pemandangan Sunset

Menikmati Sunset

Sunset di Tanjung Lesung

Setelah menikmati sunset yang sudah tenggelam, kami kembali ke villa, bersih-bersih dan malamnya menikmati hidangan seafood party yang bisa diadakan di villa kami. Berbagai jenis makanan laut disajikan mulai dari udang, cumi, hingga berbagai jenis ikan laut. Wih kenyanggg :D

Dan untuk besok kami merencanakan perjalanan menuju Pulau Peucang, pulau paling barat di ujung Pulau Jawa. Mau tau keseruan saat kesana? ada apa saja disana? simak pada tulisan berikutnya (bersambung)

Tags: ,

 
13

Susu Halal itu Wajib dan Inovasi adalah Pilihan

Posted by maulanaharris on Jun 29, 2012 in Tak Berkategori

Bagi umat muslim mengkonsumsi makanan dan minuman halal adalah wajib hukumnya. Tidak terkecuali susu. Tetapi ada yang bertanya mengapa susu ada yang haram? padahal kan susu itu diperas dari sapi atau kambing jadi kenapa bisa haram?

Ya, susu yang diperas langsung dari sumbernya atau dikenal dengan susu murni sudah pasti halal. Sedangkan susu yang dikatakan haram adalah susu olahan atau susu formula yang sudah dicampur atau tercampur - baik secara langsung maupun tidak langsung - dengan zat yang mengandung unsur hewan babi atau hewan yang tidak disembelih secara syariat Islam.

Banyak proses yang dilakukan dalam membuat susu formula. Untuk pembuatan susu cair diperlukan pasteurisasi atau pemanasan susu untuk membunuh kuman-kuman. Selain itu juga dapat ditambahkan zat-zat yang dapat memperkaya kandungan susu.

Untuk pembuatan susu bubuk, susu segar dipisahkan berdasarkan formula yang diinginkan. Salah satu bahan untuk tambahan susu bubuk ini adalah zat yang bernama whey yang merupakan hasil sampingan dari pembuatan keju berupa susu padat yang didapat dari menggumpalkan susu dengan menggunakan enzim rennet. Bagian cair yang tidak menggumpal adalah whey yang mengandung zat gizi seperti laktosa dan protein terlarut, sehingga sering digunakan untuk pembuatan susu formula.

Nah yang harus dicermati adalah bahan yang diperoleh dari proses pembuatan keju dimana melibatkan penggunaan enzim rennet yang didapat dari lambung anak sapi. Jika rennet yang digunakan berasal dari sapi yang tidak disembelih secara syariah Islam, maka produk susu yang dihasilkan dapat tercampur bahan yang haram sehingga statusnya juga menjadi haram.

Bahan lain pada susu yang harus pula dicermati adalah penggunaan vitamin, mineral, asam amino dan flavor. Sumber vitamin bisa didapat dari hewan, tumbuhan, sintetik kimia atau produk mikrobial. Jika dari hewan tentu saja harus dilihat jenis hewan dan penyembelihannya. Jika dari mikrobial maka harus dilihat media yang digunakan untuk pertumbuhan mikrobanya, apakah berasal dari bahan hewan halal atau haram.

Selain itu beberapa vitamin dalam proses pengolahannya menggunakan bahan pelapis yaitu gelatin atau bahan asal tumbuhan seperti gum arab. Jika bahan pelapis tersebut berasal dari gelatin maka perlu dicermati apakah dari hewan sapi atau babi. Mineral juga perlu diperhatikan, apakah diperoleh dari bahan-bahan hewan, seperti kalsium dari tulang binatang yang diharamkan.

Asam amino juga bisa berasal dari hewan, tumbuhan ataupun produk mikrobial. Sedangkan untuk flavor dapat terbuat dari bahan sintetik, asal tumbuhan, asal hewan dan produk mikrobial yang perlu dipastikan kehalalannya.

Namun kita tidak perlu khawatir dengan bahan-bahan campuran yang mengkhawatirkan di atas, untuk memastikan bahwa susu yang kita konsumsi itu halal selain memperhatikan kode produksi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan juga harap perhatikan label dalam kemasan. Jika ada label halal yang diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) seperti gambar dibawah ini dalam kemasan susu tersebut maka produk tersebut dijamin HALAL.

Inovasi adalah Pilihan

Saat ini banyak sekali jenis susu formula yang beredar di pasaran. Mulai dari susu bayi, susu anak, susu ibu hamil, bahkan susu untuk orang tua pun ada. Susu untuk anak-anak pun banyak jenisnya. Berbagai inovasi dibuat agar susu dapat bermanfaat bagi yang mengkonsumsinya. Dan kita sebagai konsumen perlu jeli memilih mana susu yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan terutama untuk anak-anak.

Sesungguhnya yang diperlukan oleh anak-anak usia 1 sampai 6 tahun adalah susu yang mengandung nutrisi khusus untuk perkembangan otaknya. Selepas mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dari 0 hingga 6 bulan, bayi memerlukan suplemen susu formula untuk perkembangan otaknya. Pada usia ini perkembangan otak anak-anak berlangsung pesat dan dapat mencapai 90% otak orang dewasa. Pada masa ini sel-sel syaraf otak balita tumbuh dan berkembang. Karena itu selain memperhatikan faktor genetik dan stimulasi, penting pula bagi orang tua untuk memperhatikan nutrisi anak-anak.

Fakta menunjukkan bahwa berat otak kurang dari 10% total berat tubuh, tetapi otak membutuhkan lebih dari 40% total energi tubuh. Selain itu otak si Kecil tidak dapat menyimpan energi dan selalu aktif bekerja saat tidur. Karena itu sangat penting bagi otak untuk mendapat energi secara terus menerus agar dapat bekerja dengan optimal.

Susu Frisian Flag memperkenalkan inovasi susu formula yang mengandung Isomaltulosa. Susu jenis ini mengandung zat yang mampu memberikan asupan energi lebih lama dan memberikan pengaruh positif pada konsentrasi dan daya ingat anak-anak. Sangat cocok untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan usia 1-6 tahun.

dd94a09b0855574b74d7fbf2868e7d9b_susu-inovasiInovasi Susu Frisian Flag

Isomaltulosa adalah zat karbohidrat alami yang berasal dari tebu, madu dan sumber glukosa yang memberikan energi untuk beraktivitas . Di dalam glukosa sendiri, selain Isomaltulosa ada zat sukrosa yang dikenal sebagai pemanis pada produk minuman. Namun, berbeda dengan sukrosa, Isomaltulosa adalah zat yang mampu diserap sekitar 26-45% lebih lambat.

Dengan demikian Isomaltulosa merupakan zat yang mampu bertahan lebih lama dan konstan dibandingkan dengan sukrosa dalam hal penyediaan energi yang dibutuhkan tubuh dan otak. Berbagai penelitian mengenai manfaat Isomaltulosa semakin giat dikembangkan. Fakta terbaru membuktikan bahwa Isomaltulosa tidak merusak gigi dan bisa diklaim sebagai zat pengganti sukrosa yang baik bagi kesehatan mulut. Kini, Isomaltulosa pun telah digunakan sepenuhnya sebagai pengganti gula pada beberapa produk makanan dan minuman termasuk pada susu yang di produksi oleh Frisian Flag.

Jujur, keluarga kami sudah menjadi Flaggers (konsumen susu Frisian Flag) sejak lama. Sejak saya masih kecil, setiap pagi selalu tersedia satu gelas susu bendera menemani sarapan kami. Dan kini kebiasaan itu kami tularkan kepada anak kami.

ILHAM anak kami saat usia 1-3 tahun sangat berenergi saat beraktifitas

ILHAM anak kami saat usia 1-3 tahun sangat berenergi saat beraktifitas

Jadi kami adalah keluarga Flaggers yang setia sejak jaman logo bendera berkibar dengan latar belakang kotak berwarna merah sampai logo baru yang dinamis dan modern yang menggambarkan sinar matahari, sumber inspirasi dan vitalitas. Logo baru ini merupakan logo global yang dapat ditemukan di seluruh dunia.

Logo lama –> Logo baru

Dan bagi blogger yang ingin mengenal lebih jauh lagi informasi tentang susu halal dan inovasi susu Frisian Flag Isomaltulosa silahkan sempatkan datang ke acara Indonesia Halal Expo 2012 (INDHEX 2012) pada tanggal 5 - 8 Juli 2012 di SMESCO Exhibition Hall, Jl Gatot Subroto, Jakarta. Dijamin akan menambah pengetahuan para blogger.

***

Sumber Informasi dan gambar :

http://halalmui.org

http://frisianflag.com

http://ibudanbalita.com

http://id.wikipedia.org

Tags:

 
12

Bertemu “Badak Jawa” di Ujung Kulon

Posted by maulanaharris on Jun 18, 2012 in Tak Berkategori

Dalam rangka program “Dukung Pelestarian Badak Jawa” WWF (World Wildlife Fund) Indonesia mengadakan trip bersama media dan bloggers ke Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Beruntung saya terpilih menjadi salah satu blogger yang ikut berangkat mengunjungi rumah sang “Badak Jawa”.

Jumat malam (15-Juni-2012) kami semua sudah berkumpul di kantor WWF Indonesia. Sejumlah jurnalis media dan bloggers siap menjelajah dan beberapa dari kami inilah pertama kali mengunjungi TNUK termasuk saya :)

Perjalanan menuju TNUK di tempuh dalam waktu 7 jam. Dari Jakarta kami berangkat pukul 7 malam melalui jalan tol Merak dan keluar dari Serang Timur, dilanjut melalui Pandeglang, Labuan, Sumur dan akhirnya tiba di Villa Cinibung jam 2 pagi.

Kami menginap di villa milik salah seorang kerabat dari WWF Indonesia. Villa ini terletak tepat di tepi pantai. Setelah sarapan kami segera berangkat menuju lokasi yang akan digunakan acara #RunRhinoRun tanggal 24 Juni nanti.

Melewati area persawahan yang masih hijau dan akhirnya tiba ditepi Pantai Sumur yang sangat jernih dan hijau. Terlihat dengan jelas Pulau Umang di tengah laut.

Dalam kesempatan tersebut saya sempat ngobrol bareng dengan Dedi seorang ranger dari TNUK. Dedi bercerita bahwa dia baru sekali bertemu dengan badak setelah 11 hari melakukan camping di dalam hutan. Sepanjang dia bekerja selama 15 tahun, itulah pertama kalinya bertemu dengan sang badak. Jadi menurutnya sangat sulit jika ingin bertemu secara langsung dengan badak, karena badak tersebut sangat sensitif, pemalu dan tidak suka dengan bau manusia. Jadi jangan berharap banyak kita ke Ujung Kulon bisa bertemu badak secara langsung.

Setelah melakukan trekking sepanjang 10 km akhirnya kami tiba kembali ke villa. Setelah makan siang kami melakukan kunjungan ke desa yang berbatasan dengan TNUK. Penduduk desa tersebut membuat souvenir berupa patung badak yang terbuat dari kayu limbah yang sudah tidak terpakai. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan sampingan selain pekerjaan utama sebagai petani atau nelayan. Selama ini mereka dibina oleh pihak TNUK dan WWF Indonesia. Mereka diberi modal, diberi pelatihan dan dibantu untuk pemasaran produknya. Selain patung badak mereka juga membuat kerajinan dari anyaman daun pandan seperti tas, dompet, sejadah serta kerajinan poci yang terbuat dari pohon kelapa. Setelah berkeliling dari desa ke desa pengrajin lainnya akhirnya kami kembali ke Villa Cinibung pukul 9 malam.

***

Hari ketiga di Ujung Kulon kami melakukan perjalanan ke Pulau Handeuleum. Dengan menggunakan boat dalam waktu 1 1/2 jam akhirnya tiba di pulau tersebut. Pulau ini merupakan tempat penangkatan rusa dan kami beruntung bisa melihatnya. Selanjutnya kami melakukan perjalanan menuju muara Cigenter.

Dengan menggunakan kano yang berisi 5-7 orang, kami mendayung ke bagian dalam wilayah yang termasuk dalam Pulau Jawa bagian paling barat. Akhirnya kami tiba di hutan dimana badak berada. Setelah menelusuri kurang lebih 1 km kami menemukan jejak badak yang baru dilewati 2 hari yang lalu. Itu menurut Pak Sumardi yang sangat mengerti perilaku badak. Kami juga menemukan tempat dimana badak berkubang. Badak paling suka berkubang, dia tahan 4-5 hari tidak mandi, tapi paling tidak tahan kalau tidak berkubang, minimal satu hari satu kali mereka berkubang. Berkubang berfungsi untuk menghilangkan kuman-kuman yang menempel dalam tubuh badak tersebut.

Setelah puas kami kembali melakukan perjalanan ke padang savana dimana habitat banteng-banteng berkumpul untuk melakukan aktifitas. Namun sayang saat kami kesana banteng-banteng tersebut sedang tidak ada di tempat. Setelah melakukan eksplorasi di tempat tersebut akhirnya kami kembali ke kano, mendayung menuju boat di tengah laut dan kembali ke Villa di Cinibung.

Sebelum kembali ke Jakarta kami bertemu terlebih dahulu dengan Kepala Balai TNUK, DR Haryono. Beliau dengan antusias menjelaskan keberadaan badak jawa yang berada TNUK ini. Melalui video yang dipasang sebanyak 40 buah di dalam hutan, terekam ada sekitar 35 ekor badak yang masih hidup. 5 diantaranya anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut ditampilkan juga video yang menampilkan badak-badak yang tertangkap kamera tersebut. Adapun cara kerja kamera yang disebar yaitu kamera tersebut akan otomatis menyala jika menangkap suhu tubuh atau makhluk hidup yang melewatinya. Jadi bukan hanya badak saja yang terekam, manusia pun jika melewati kamera tersebut akan terekam. Setiap 10 hari kamera-kamera tersebut diperiksa dan pemeliharaan alat.

Dan akhirnya kami bisa menyaksikan badak-badak tersebut walau hanya dalam bentuk video, karena untuk melihat secara langsung sangat tidak memungkinkan.

Jadi dalam perjalanan kali ini kami berhasil “bertemu” dengan badak sebanyak 3 kali. Pertama adalah dengan patung badak yang dibuat oleh pengrajin, yang kedua dari video yang direkam oleh TNUK dan ketiga adalah patung badak besarnya sama dengan aslinya yang berada di jalan menuju TNUK.

Dengan melihat langsung keberadaan badak di TNUK kami menjadi sangat bersemangat untuk lebih peduli lagi dengan program pelestarian badak jawa ini. Run Rhino Run!

Tags: ,

Copyright © 2013 Catatan Si Blogger All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.5.1 theme from BuyNowShop.com.